Motto Desa Canggu
“KERTA SHANTI PARAMITA”
Kerta (Sejahtera) • Shanti (Kedamaian) • Paramita (Keunggulan)
Makna Filosofis Motto: Melangkah bersama mewujudkan Desa Canggu yang idaman, yaitu masyarakat desa yang Sejahtera, Damai, dan Unggulan dalam segala aspek pembangunan publik & kelestarian budaya.
Identitas Wilayah
Arti Filosofis Lambang Desa Canggu
Lambang Desa Canggu berbentuk segi lima dengan latar dasar Biru Tua di bagian atas dan Merah Marun di bagian bawah berbingkai hitam-putih, yang memuat filosofi keagamaan, kebudayaan, kemakmuran, dan wilayah komunal Desa Canggu.
Segi Lima & Warna Dasar
Bentuk segi lima berbingkai hitam-putih melambangkan dasar Pancasila. Latar dasar Biru Tua melambangkan kedamaian & samudra pantai Canggu, sedangkan Merah Marun melambangkan pengorbanan & keberanian.
Candi Bentar (Kuning Emas)
Candi Bentar artistik berwarna kuning emas merupakan simbol keagamaan yang luhur dan kebudayaan adiluhung berlandaskan Tri Hita Karana masyarakat Bali di Canggu.
Undag / Tangga (1 Buah)
Jumlah undag (tangga) sebanyak 1 buah di bawah Candi Bentar melambangkan bahwa Desa Canggu terdiri dari kesatuan 1 Desa Adat.
Tali Pengikat (4 Simpul Merah)
Tali pengikat tangkai padi dan kapas dengan 4 simpul merah melambangkan keberadaan 4 Subak agraris yang mengairi lahan persawahan Canggu.
Padi (4) & Kapas (3)
Padi dan kapas melambangkan kemakmuran pangan & sandang. Jumlah 4 butir padi dan 3 buah kapas (total 7) melambangkan 7 Banjar Dinas Desa Canggu.
Keris Begawan Canggu
Melambangkan pusaka Keris Begawan Canggu berbilah perak di tengah Candi Bentar yang menjadi akar sejarah penamaan Desa Canggu.
Ketentuan & Arti Warna Lambang
Warna Biru Tua
Kedamaian & Lautan
Kuning Emas
Keluhuran & Keagungan
Merah Marun
Pengorbanan & Keberanian
Warna Hijau
Kesuburan Alam
Warna Putih
Kesucian Batin
Ringkasan Terbentuknya Desa Canggu
Majapahit & Keris Begawan Canggu
Penamaan "Canggu" terhubung dengan pelabuhan Kerajaan Majapahit di muara Kali Brantas. Utusan Raja Bali Gelgel (Dalem Ketut Ngelesir), yaitu Kyai Petandakan, dianugerahi keris sakti "Keris Begawan Canggu". Tempat peristirahatannya di Bali lantas dinamai Desa Canggu.
Danghyang Dwijendra & Tirta Empul
Pada abad XIV, resi suci Danghyang Dwijendra (Pedanda Sakti Wawu Rauh) singgah di Pesisir Batu Bolong Canggu dan memunculkan 7 sumber mata air suci (Tirta Empul) di Batu Bolong yang disucikan hingga kini.
Penggabungan Desa (10 Oktober 1958)
Secara administratif modern, pada tanggal 10 Oktober 1958 dilakukan penggabungan dua entitas desa yaitu Desa Tibubeneng dan Perbekelan Canggu menjadi satu entitas resmi DESA CANGGU.
I WAYAN SUARYA
Perbekel Desa Canggu (2021 – 2027)
Petahana MenjabatProfil Kepala Desa / Perbekel
Komitmen Pelayanan Publik
"Tersusunnya Laporan Profil Perkembangan Desa Canggu ini sebagai wujud pertanggungjawaban transparansi pembangunan dan acuan bersama dalam meneruskan pembangunan Desa Canggu yang Kerta Shanti Paramita." — Canggu, 12 November 2024
Perbekel Desa Canggu dari Masa ke Masa
Daftar kepemimpinan kepala desa / Perbekel yang pernah memimpin perjalanan pembangunan Desa Canggu.
I Ketut Sana
Periode: 1939 – 1950
Menjabat sebagai kepala desa pada era pergerakan awal dan masa pasca kemerdekaan RI.
I Nyoman Pegig
Periode: 1958 – 1974
Momen bersejarah Penggabungan Desa Tibubeneng & Perbekelan Canggu (10 Okt 1958) dan pembangunan Kantor Desa di Banjar Pipitan.
I Wayan Jegriyasa
Periode: 1974 – 1984
Perintisan Balai Desa, SD Inpres, Koperasi, hingga mencapai status Desa Swakarya.
Nyoman Kurdana
Periode: 1984 – 1992
Penyelesaian Kantor Desa, Pembentukan Awig-awig 4 Desa Adat, Pendirian LPD Canggu & Padonan, hingga status Desa Swasembada.
I Nengah Sudarsana & Drs. I Putu Eka Merthawan
Periode: Mei 1993 – 2001
Melanjutkan penataan administrasi desa dan konsolidasi layanan publik.
I Wayan Martana, S.Sos
Periode: 19 Feb 2001 – Jan 2009
Mengawali transformasi Desa Canggu memasuki era milenium baru.
I Nyoman Mustiada
Periode: 21 Jan 2009 – 2015
Pengembangan sarana publik dan adaptasi tumbuhnya pariwisata Canggu.
I Nengah Rendo
Periode: Maret 2015 – 2016
Penjabat Perbekel dalam pengawalan transisi kepemimpinan desa.
I Nengah Lana, SH
Periode: 16 Mei 2016 – 16 Mei 2022
Penguatan kepastian hukum tanah, tata ruang, dan penguatan kelembagaan desa.
I WAYAN SUARYA
PetahanaPeriode: 31 Mei 2022 – Sekarang